
KMSPORT.ID — Real Madrid membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol dari AS Roma dan akhirnya meraih kemenangan dramatis dengan skor 4-3. Dalam pertandingan yang diwarnai perubahan keunggulan tersebut, gol penentu Madrid tercipta melalui Antonio Ruediger pada menit ke-90, dilansir dari Detik Sport.
AS Roma sempat menguasai jalannya pertandingan pada awal laga dan membangun keunggulan melalui Marten de Roon. Namun, Real Madrid memberikan perlawanan hingga mampu menyamakan kedudukan, kemudian bangkit pada penghujung pertandingan setelah tertinggal 1-3.
Tekanan Roma terlihat sejak menit-menit awal. Thibaut Courtois harus bekerja keras ketika menghadapi dua percobaan beruntun dari Paulo Dybala dan Mario Hermoso, sementara kombinasi Dybala dengan Molina juga menghasilkan peluang yang belum tepat sasaran.
Gol pembuka Roma hadir pada menit ke-20. Berawal dari penguasaan bola Dybala, Donyell Malen mengalirkan umpan kepada Niccolo Pisilli yang kemudian menghubungkan permainan dengan Matias Soule. Sodoran Soule diselesaikan Marten de Roon menggunakan kaki kanan dari dekat area D.
Roma hampir menambah keunggulan melalui Malen yang merebut bola dari Yan Diomande. Penyerang tersebut melepaskan tembakan dari sudut sempit, tetapi Courtois masih mampu menggagalkan peluang itu.
Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Pada menit ke-25, Kylian Mbappe mengubah skor menjadi 1-1 setelah Diomande memenangkan duel udara dan bola jatuh ke penguasaannya. Mbappe kemudian melepaskan tembakan keras kaki kanan dari depan area D yang mengarah ke sudut atas gawang.
Madrid kembali memperoleh kesempatan melalui Marc Cucurella tujuh menit kemudian. Ia menerima umpan panjang, melakukan penetrasi, lalu menuntaskan pergerakan dengan tendangan kaki kanan yang masih melebar. Hingga turun minum, kedua tim tetap bermain imbang 1-1.
Malen Membawa Roma Menjauh
Selepas jeda, Roma kembali mengambil kendali melalui gol Donyell Malen. Pemain pengganti Rodrigo Mora menerima bola di sekitar lingkaran tengah sebelum melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Madrid. Malen menyambutnya dengan tendangan kaki kiri ke sudut atas gawang.
Keunggulan Roma bertambah menjadi 3-1 pada menit ke-57. Matias Soule menemukan ruang untuk mengirim umpan terobosan, lalu Malen berhasil lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan Courtois. Tembakan mendatarnya menaklukkan kiper Madrid.
Gol kedua Malen sempat dibatalkan karena dugaan posisi offside. Setelah peninjauan melalui VAR, keputusan tersebut berubah dan gol dinyatakan sah sehingga Roma tetap unggul dua gol.
Mbappe sebenarnya sempat kembali mencetak gol setelah mengecoh Pierluigi Gollini. Namun, gol tersebut tidak disahkan karena posisi offside, membuat Madrid harus mencari jalan lain untuk memperkecil ketertinggalan.
Tiga Gol Penutup Membalikkan Keadaan
Perubahan penting terjadi pada menit ke-84 ketika pemain pengganti Carlos Espi memperkecil skor menjadi 2-3. Gol itu bermula dari sundulan Endrick yang menyambut umpan silang. Gollini mampu menepis bola, tetapi Espi segera menyambar pantulannya melalui tembakan jarak dekat.
Tekanan Madrid berlanjut hingga kedudukan kembali seimbang, 3-3. Berawal dari sepak pojok, Endrick menyambut bola dengan sundulan di depan kotak enam yard. Gollini tidak mampu menghentikan bola tersebut sehingga Madrid berhasil menyamakan skor.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-90, Madrid akhirnya berbalik unggul 4-3. Arda Guler mengambil sepak pojok dari sisi kanan dan mengirimkan bola lambung ke kotak enam yard. Antonio Ruediger berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan umpan itu dengan sontekan ke bagian tengah gawang Roma.
Rangkaian gol pada menit-menit akhir tersebut mengubah situasi pertandingan secara drastis. Setelah sempat tertinggal 1-3, Madrid mencetak tiga gol untuk menutup laga dengan kemenangan 4-3 atas Roma. (Putri)




