
KMsport.id — Atlet balap sepeda BMX Indonesia Jasmine Azzahra Setyobudi meraih medali perunggu nomor Women BMX Racing pada ajang Asian Games 2026 di Nagoya Velodrome BMX Race Course, Jepang.
Keberhasilan tersebut diraih setelah menyelesaikan pertandingan dengan catatan waktu 34,932 detik pada pukul 12.15 waktu setempat, dilansir dari Detik Sport.
Capaian ini menjadi medali perunggu kedua bagi Jasmine setelah sebelumnya meraih prestasi serupa pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Keberhasilan meraih podium diperoleh di tengah perjuangan berat akibat rentetan cedera yang dialaminya sepanjang masa persiapan.
Jasmine menjelaskan perjalanan fisiknya yang sempat terganggu operasi dan insiden jatuh beruntun sebelum kompetisi dimulai.
“Perjalanannya tak gampang karena saya baru mulai masuk trek lagi itu 1 April 2026. Sebab, baru operasi 31 Desember 2025. Sembilan hari kemudian, saya jatuh lagi dan cedera dengkul. Kemudian lanjut pada akhir Juni juga jatuh, kena cedera pinggang dan pergelangan tangan,” kata Jasmine setibanya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Guna mengatasi persoalan fisiknya, atlet BMX ini menjalani perawatan intensif menjelang kejuaraan.
“Jadi sebelum berangkat ke Asian Games, sebelum balap Asian BMX Racing Championships itu saya terapi tiga pekan dulu di Surabaya, sisanya mengikuti persiapan yang ada,” tambah Jasmine.
Meskipun menargetkan medali perak pada keikutsertaan keduanya di Asian Games, Jasmine tetap bersyukur dengan hasil perunggu yang didapat akibat keterbatasan kondisi fisik.
“Ya, alhamdullilah dikasih keselamatan dan medali lagi,” tutur Jasmine.
Usai menuntaskan perlombaan di Jepang, Jasmine dijadwalkan berlibur bersama keluarga di Yogyakarta selama satu pekan sebelum melanjutkan pemulihan medis di Surabaya.
“Saat ini kondisi saya masih 60-70 persen karena kalau sakit pinggang ini tak bisa duduk lama. Jadi harus benar-benar rest, seperti terlentang atau tengkurap,” kata Jasmine.
Pemulihan ini fokus dilakukan karena Jasmine bersiap melangkah ke kategori elite pada Kejuaraan Asia BMX di Bangkok tahun depan, setelah sebelumnya menjuarai kategori putri di bawah usia 23 tahun.
“Tahun depan saya sudah masuk elite. Jadi secara peta persaingan sedikit sudah membaca di Asian Games, tapi belum terlalu dalam,” tutur Jasmine.
Persiapan lebih awal dinilai penting mengingat ajang Kejuaraan Asia mendatang menjadi salah satu jalur kualifikasi menuju Olimpiade 2028 Los Angeles.
“Juaranya bisa langsung lolos Olimpiade,” kata Jasmine. (Nindy)




