KMSPORT.ID — Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo menyatakan siap menerima sanksi disiplin usai secara mengejutkan meninggalkan kamp pelatihan tim nasional di tengah kompetisi UEFA Nations League, seperti dilansir dari Bola.

Sikap tersebut diambil pemain berusia 41 tahun itu setelah hanya menjadi cadangan tanpa dimainkan saat melawan Norwegia dan mendapat kepastian tidak menjadi starter untuk laga kontra Denmark. Keputusan pergi dari skuad asuhan Jorge Jesus ini langsung memicu sorotan publik, meski Ronaldo menegaskan enggan pensiun dari panggung internasional.

Sepanjang kariernya membela Portugal, mantan bintang Real Madrid tersebut mencatatkan rekor dunia dengan 146 gol dari 234 laga. Ia juga mempersembahkan gelar Euro 2016 serta dua trofi Nations League.

Ronaldo menegaskan siap bertanggung jawab atas tindakan impulsifnya dan tidak meminta perlakuan khusus dari pihak federasi.

Sebelumnya, pelatih Jorge Jesus sempat membantah isu keretakan hubungan dan menyatakan pintu timnas tetap terbuka untuk Ronaldo. Penyerang Al-Nassr itu pun berjanji segera kembali membela negaranya begitu masa hukuman berakhir.

“Setelah masa skorsing saya berakhir, saya akan siap, seperti biasanya, untuk berkompetisi dan menang bersama tim nasional kita,” kata Ronaldo.

Ronaldo mengungkapkan aksinya dipicu rasa kecewa terhadap Jorge Jesus yang dianggap mengabaikan kesepakatan awal terkait menit bermainnya.

“Semua orang tahu sisanya. Saya melakukan pemanasan sejak babak pertama, memperhatikan menit-menit berlalu dan tidak dipanggil untuk bermain,” kata Ronaldo.

Ia menyebut keputusan pelatih berlawanan dengan janji lisan yang telah disepakati bersama sebelumnya.

“Manajer itu telah mengingkari janjinya kepada saya,” ujar Ronaldo.

Perselisihan tersebut sempat coba diselesaikan lewat dokumen kesepakatan delapan poin, tetapi janji klarifikasi publik dinilai tidak sesuai dengan pembicaraan internal.

“Ini adalah kali kedua dia mengingkari janjinya kepadaku,” kata Ronaldo.

Kondisi itu membuatnya kehilangan kepercayaan hingga akhirnya memilih hengkang dari pusat latihan tim.

“Saya memutuskan untuk meninggalkan kamp pelatihan tanpa menunggu janji-janji ingkar lebih lanjut,” ujar Ronaldo.

Meski merasa kecewa, Ronaldo mengakui kepergiannya dari tim tetap merupakan sebuah bentuk pelanggaran kepatuhan.

“Saya berhutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim tim nasional saya karena telah meninggalkan kamp…” kata Ronaldo.

Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat atas situasi kurang menyenangkan yang timbul akibat keputusannya.

“Saya sekali lagi meminta maaf kepada rakyat Portugal, tetapi sebuah kata yang terucap, bagi saya, memiliki dampak yang sangat besar,” kata Ronaldo. (Riyan)