
KMsport.id — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, membidik kemenangan saat menghadapi skuad Thailand pada babak semifinal cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2026 Aichi-Nagoya demi menjaga peluang meraih medali emas, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Tim putra Indonesia melangkah ke partai empat besar usai menghentikan perlawanan Malaysia melalui persaingan sengit hingga partai kelima di babak perempat final. Pasukan Merah Putih sempat tertinggal lebih dulu setelah Jonatan Christie menelan kekalahan dari Leong Jun Hao pada partai pembuka.
Indonesia kemudian membalikkan kedudukan melalui kemenangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta tunggal putra Alwi Farhan. Meski pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kalah di partai keempat, kepastian tiket semifinal akhirnya dikunci oleh Ubaidillah yang turun di laga pamungkas.
Pemain berusia 19 tahun tersebut sukses mengalahkan wakil Malaysia, Eogene Ewe, dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-11 dalam durasi pertandingan 38 menit. Atlet yang juga menandai debut Super 750 dengan kemenangan di Japan Open 2026 itu sempat tertinggal pada awal laga sebelum menemukan bentuk permainan terbaiknya.
“Alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Dari awal sudah planning permainannya akan seperti apa,” ungkap Ubed melalui keterangan resmi PBSI.
Kemenangan dua gim langsung tersebut diraih setelah ia berhasil keluar dari tekanan awal laga yang sempat membuatnya kehilangan poin secara beruntun.
“Tapi sempat kaget juga di awal gim pertama, terbawa tempo permainan dia dan langsung tertinggal 0-4. Tapi setelah itu saya bisa membalikkan keadaan sampai akhir,” paparnya.
Tampil sebagai penentu kemenangan tim di babak delapan besar memberikan tantangan tersendiri bagi sang atlet muda di atas lapangan.
“Pastinya tekanan sangat tinggi karena kan sebelumnya belum main juga dan sekarang langsung jadi penentu di babak delapan besar,” tuturnya.
Ia menyadari penuh ekspektasi publik terhadap performanya saat mengemban tugas krusial tersebut.
“Ada tanggung jawab yang harus bisa diselesaikan dengan kemenangan,” tegasnya.
Guna mengatasi rasa gugup sebelum berlaga, atlet muda ini berupaya menjaga ketenangan emosi sejak memasuki arena.
“Walau sebelumnya pernah mengalami hal ini tapi tetap ada tegangnya. Tadi saat masuk lapangan mencoba lebih tenang saja.”
Usai meloloskan Indonesia dari hadangan skuad Malaysia, fokus penuh kini dialihkan untuk menghadapi pertandingan semifinal melawan tim Thailand.
“Besok bertemu Thailand semoga tim diberikan performa yang terbaik. Nggak boleh lengah dan harus tetap fokus,” pungkasnya. (Riyan)




