
KMSPORT.ID — Manchester United mulai mempertimbangkan alternatif pelatih setelah hasil kurang memuaskan pada awal musim 2026/2027. Fabian Hurzeler dan Antonio Conte masuk dalam pembahasan sebagai opsi pengganti Michael Carrick, dilansir dari Sportsetup. Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United hanya mencatatkan dua kemenangan dalam sembilan pertandingan pertama dan mengalami empat kekalahan.
Situasi tersebut membuat masa depannya menjadi perhatian, meskipun manajemen klub dikabarkan masih memberikan dukungan. Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions turut memperbesar sorotan terhadap kinerja pelatih tersebut. Di kompetisi domestik, Manchester United juga masih tertahan di peringkat ke-13 Premier League.
Nama Fabian Hurzeler disebut sebagai salah satu pilihan utama dari kalangan pelatih Premier League apabila Manchester United memutuskan untuk berpisah dengan Carrick. Informasi tersebut merujuk pada laporan Samuel Luckhurst di The Sun.
Hurzeler merupakan pelatih asal Jerman yang berusia 33 tahun. Meski tergolong muda, ia telah membangun reputasi melalui kiprahnya bersama Brighton sejak 2024. Di bawah kepemimpinannya, Brighton berhasil mengakhiri dua musim secara berurutan di posisi kedelapan Premier League. Catatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang membuat namanya diperhitungkan dalam pembahasan mengenai calon pelatih Manchester United.
Performa Brighton pada awal musim ini juga memberikan nilai tambah bagi Hurzeler. Tim asuhannya mencatatkan kemenangan 3-0 atas Arsenal, klub yang berstatus sebagai juara bertahan dalam konteks kompetisi yang diberitakan sumber. Rekor pertemuan dengan Manchester United turut menjadi aspek menarik dari kiprah Hurzeler. Brighton berhasil menundukkan United dalam empat dari enam pertandingan sejak pelatih asal Jerman tersebut mengambil alih tim pada 2024.
Kontrak Brighton Bisa Menjadi Kendala
Meski masuk dalam pertimbangan, perekrutan Hurzeler berpotensi membutuhkan biaya besar. Pelatih tersebut baru menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Brighton pada Juni lalu.
Situasi kontrak itu menjadi faktor penting bagi Manchester United apabila klub benar-benar ingin merekrutnya. Dengan demikian, ketertarikan terhadap Hurzeler tidak serta-merta berarti proses kepindahan dapat berlangsung tanpa hambatan.
Di sisi lain, dukungan manajemen terhadap Carrick masih menjadi bagian dari situasi yang berkembang di klub. Belum ada keterangan dalam laporan tersebut yang memastikan bahwa Manchester United telah mengambil keputusan untuk mengganti pelatihnya.
Antonio Conte Turut Dipertimbangkan
Selain Hurzeler, Antonio Conte juga disebut sebagai nama yang masuk dalam pembahasan internal Manchester United. Pelatih asal Italia itu saat ini tersedia setelah sebelumnya menangani sejumlah klub besar, termasuk Chelsea dan Tottenham Hotspur. Pengalaman Conte di Premier League menjadi salah satu aspek yang membedakannya dari kandidat lainnya.
Ia pernah membawa Chelsea menjuarai kompetisi tersebut pada musim 2016/2017. Menurut laporan Samuel Luckhurst, pihak Manchester United mengetahui bahwa Conte tersedia untuk dipertimbangkan. Namun, karakter kepelatihannya dinilai menghadirkan risiko yang lebih besar dibandingkan Hurzeler.
Conte dikenal memiliki kepribadian kuat serta tuntutan tinggi terhadap klub yang ditanganinya. Pendekatan tersebut berbeda dengan karakter Carrick yang saat ini memimpin Manchester United.
Perbedaan gaya kepemimpinan itu menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai kemungkinan Conte menangani klub asal Manchester tersebut. Meski memiliki pengalaman meraih gelar Premier League, belum ada kepastian bahwa manajemen akan memilihnya sebagai pengganti Carrick.
Belum Ada Pembicaraan Resmi dengan Conte
Laporan mengenai dugaan pertemuan langsung antara Conte dan Manchester United selama jeda internasional juga dibantah dalam pemberitaan yang menjadi rujukan. Informasi tersebut disebut tidak benar.
Hingga konteks laporan tersebut, belum terdapat indikasi bahwa Manchester United telah mengadakan pembicaraan resmi untuk menunjuk Conte. Karena itu, namanya masih sebatas opsi yang diperbincangkan, sementara posisi Carrick tetap berada di bawah tekanan akibat hasil pertandingan yang belum memuaskan. (Putri)




