
KMsport.id — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengkritik keputusan wasit keempat yang salah memberikan tambahan waktu pada laga pamungkas fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Awalnya wasit hanya memberi tambahan waktu dua menit, namun kemudian dikoreksi menjadi tujuh menit setelah terjadi beberapa kali penundaan karena pengecekan VAR.
“Ketika mereka mengangkat papan (tambahan waktu) 2 menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan. Pasalnya telah terjadi beberapa kali pengecekan VAR,” kata John Herdman seusai laga, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus mengejar selisih gol Malaysia yang terus mencetak gol ke gawang Singapura. Namun situasi bertambah sulit ketika Bangladesh mencetak gol kedua di menit pertama tambahan waktu, membuat skor menjadi 2-7.
Herdman menjelaskan bahwa kebingungan akibat tambahan waktu yang diberikan sempat membuat pemain kehilangan fokus. “Jadi ketika menanyakan kepada ofisial keempat, ‘Apakah ini sebuah kesalahan?’, dia menjawab, ‘Ya.’ Tetapi pada saat itu, lawan (Bangladesh) mencetak gol.
Karena para pemain kebingungan. Mereka kehilangan fokus,” ujar Herdman.
Beruntung, Indonesia mampu membalas dengan mencetak dua gol tambahan melalui Kevin Diks dan Mitchell Baker, sehingga menang 9-2 dan unggul dalam perolehan gol atas Malaysia.
Meski begitu, Herdman memilih untuk tidak membahas panjang soal kepemimpinan wasit. Ia lebih fokus pada pencapaian tim yang sudah memastikan lolos ke final.
“Kepemimpinan wasit malam ini sebaiknya bahkan tidak menjadi bagian dari percakapan. Saya rasa, kita baru saja melihat penampilan yang luar biasa berani dan gigih dari tim ini. Itu sudah dua laga berturut-turut,” tutur Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga menyampaikan rasa bangganya kepada para pemain yang bekerja keras. “Jadi, saya hanya ingin membicarakan tentang kami, membicarakan masa depan, yaitu tiga hari ke depan, dan bersemangat. Maksud saya, saya bangga sekali pada anak-anak ini. Mereka benar-benar banting tulang dan bekerja ekstra keras.” (Rian)




